Menu

Product Categories

×

Mini Cart

×

Robot merupakan salah satu mainan anak-anak—khususnya anak laki-laki—yang banyak peminatnya. Namun, tahukah kamu bahwa robot-robot itu banyak jenisnya? Yuk, kita mengenal satu per satu robot itu.

Yang pertama adalah robot RZ-001 Volpo. Robot ini dilengkapi dengan perisai untuk menangkis serangan dari musuh. Di tangan kanannya terdapat senjata laras panjang yang bisa digunakan untuk melawan musuh.

Robot berikutnya adalah FRZ-01 Cyber. Ia memiliki bentuk kepala dan tubuh menyerupai mahluk yang ada di film alien. Ia tidak jahat, melainkan baik. Jadi jangan takut untuk berkenalan dengannya.

Lain halnya dengan robot GF-021 Big. Sesuai namanya, robot ini memiliki bentuk tubuh yang lebih besar dibanding robot-robot lainnya. Senjata yang ia miliki menyatu dengan tangannya. Bentuknya bulat, namun dari sana bisa keluar peluru yang sanggup menghancurkan musuh.

Sebenarnya masih banyak lagi robot-robot lain yang bisa adik-adik ketahui. Semuanya bisa kamu lihat dalam buku Mewarnai Robot-Robot Jagoan yang diterbitkan oleh RuangKata.

Buku yang disusun oleh Tim Great Finger ini berisi 12 jenis robot yang berbeda. Masing-masing dari mereka memiliki keunikannya sendiri. Tidak hanya bisa mengenal robot, adik-adik juga bisa mewarnai robot-robot tersebut.

Dengan mewarnainya, robot-robot yang ada di dalam buku ini tentunya akan lebih menarik untuk dilihat. Ayo, kita warnai mereka dengan berbagai warna yang beragam!

Mengapa hal di atas bisa terjadi? Menurut paparan Tanudi, tidak semua judul buku bisa diterapkan pada semua kondisi, termasuk pada budaya dan negara yang berbeda. Ia menambahkan, penerbit Harper Collins, merasa judul The Man Who Loved China lebih tepat bagi pembaca di Amerika dibanding judul Bomb, Book and Compass. Sekadar catatan, Simon Winchester adalah penulis buku best seller seperti The Professor and the Madman dan Krakatau (gunung Krakatau).

Namun kasus di atas hanyalah sepenggal bagian dari pengantar bertema critical point sampul buku.  Ada banyak poin penting yang dijelaskan dalam workshop analisis dan bedah sampul buku ini. Di antaranya, soal judul, tagline, tema, penulis, blurb, foto,  gambar, pointer, dan lainnya. Pada workshop yang digelar di Function Hall kantor Kelompok Agromedia ini, peserta juga diajak berdiskusi dan mengapresiasi cover buku dari sisi critical point. Workshop ini diikuti 61 peserta, di antaranya copy editor, editor, dan desainer dari penerbit-penerbit di bawah payung Kelompok Agromedia.

Rahasia Membuat Judul Ala Ndoro Kakung

Bukan perkara mudah untuk membuat sebuah judul yang memikat pembaca. Sebab, tidak ada formula yang baku. Bahkan, menurut Julie Grau, direktur co-editor dari Riverhead mengatakan, judul adalah suatu yang aneh dan misterius serta menggugah rasa ingin tahu.

Demikian, sebuah pengantar sesi workshop bertema The Title that Rocks the Cradle yang dibawakan Wicaksono, redaktur utama Koran Tempo dan pemilik blog yang beralamat di http://ndorokakung.com. Workshop tersebut adalah lanjutan dari sesi sebelumnya—yang dibawakan Tanudi.

Dalam kesempatan itu, Wicaksono, menyebutkan beberapa ‘pakem’ yang bisa memandu untuk membuat judul yang atraktif. Misalnya judul harus mudah diingat, deskriptif, tajam, jelas, atraktif, dan mengundang rasa ingin tahu. Untuk beberapa kasus, ia juga menyarankan membuat judul menggunakan metafora, diksi yang kuat, dan berkarakter. Selain itu Wicaksono juga menyebutkan rahasia di balik pembuatan judul dan penjudulan yang harus memperhatikan aspek estetika dan etika. Juga soal proses ‘pengendapan’ bahan agar bisa mengabstraksikan judul yang kuat.

Wicaksono juga mengingatkan, khususnya pada buku-buku non-fiksi, agar judul ditulis jelas dan tegas. Berbeda dengan buku fiksi yang lebih longgar. Nah, bagaimana cara mengunduh dan mendapatkan judul yang bagus? “Bermain-mainlah,” jawab  bloger yang aktif sejak tahun 2006. Ia melanjutkan, “Lewat bermain-main, inspirasi bisa datang tiba-tiba, namun tetap harus ingat deadline.” 

Tidak semua orang tahu apa itu blurb, endorsement, tagline, pointer, dan title. Bagi pekerja buku, istilah-istilah ini sudah menjadi santapan mereka dalam setiap proses produksi buku. Kenapa demikian? Sebab istilah-istilah ini sangat memengaruhi nilai sebuah buku. Materi inilah yang kemudian dibahas pada sesi berikutnya oleh Windy Ariestanty, Koordinator penerbit GagasMedia dan Bukuné.

The journey starts from the back,” ungkap Windy ketika menjelaskan bagian dari tujuan dan fungsi blurb atau back cover. Artinya, petualangan pembaca dalam memahami isi sebuah buku dimulai dari blurb-nya. Blurb inilah yang menjelaskan bagian dari isi atau inti suatu buku.

Atas fungsi dan peran blurb yang begitu penting dalam penerbitan buku, tentu tidak bisa dibuat secara sembarangan. Tapi, harus mengikuti beberapa kaidah tertentu agar menghasilkan blurb yang mengenai sasarannya. “Blurb harus memancing rasa ingin tahu pembaca, memikat hati pembaca, dan mendorong orang untuk membeli,” jelas Windy.

Pada poin lainnya, blurb juga mesti menggunakan bahasa yang jelas dalam menyampaikan suatu inti kalimat. Seorang editor juga mesti bisa menjanjikan suatu manfaat atau hal yang bisa didapatkan dari buku tersebut kepada pembaca dari blurb yang dibuatnya. Jika tidak, tentu tidak akan memancing ketertarikan pembaca untuk membaca isi buku tersebut.

Pada sesi ini, Windy juga membuka sharing kepada peserta dalam mengolah redaksional pembuatan blurb. Peserta cukup antusias mengakali dan meramu kalimat dari contoh-contoh blurb yang sudah diberikan pada lembaran makalah yang dibagikan. Fantastis! Hanya tempo sekejap, peserta sudah memahami bagaimana membuat blurb yang baik.

Acara pelatihan ini cukup memberikan wawasan yang berharga bagi para peserta. Mereka bisa lebih melek dan mempertajam kembali kemampuan mereka untuk mengolah sebuah buku menjadi sajian yang menarik bagi pembacanya. 

Selanjutnya, pada sesi terakhir, giliran Lukito A.M memberikan pengertian luas dalam memahami cover atau sampul. Ia menjelaskan, cover itu ibarat baju bagi sebuah buku dan ibarat pintu yang mengantarkan pembaca ke dalam isi buku. Oleh sebab itu, pembuatan cover harus sempurna sesuai kaidah dan fungsinya.

Pria yang biasa disapa Luluk ini juga mempresentasikan makna dan fungsi cover. “Fungsi cover ialah agar buku terlihat menarik, menjadi pembeda dari buku-buku lainnya, dan menyampaikan pesan isi buku,” jelasnya. Namun, pembuatan cover fiksi dan non-fiksi tidaklah sama. Sebab, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. “Cover buku fiksi biasanya bermain imajinasi, penggambaran alur cerita, berisi poin-poin penting dan adegan paling menarik, dan ketokohan cerita isi buku,” tambahnya.

Kedatangan mahasiswa Unpad untuk yang kedua kalinya ini disambut hangat oleh karyawan Kelompok Agromedia. Tepat pada pukul 13.00 WIB, sesampainya di Rumah Kami—sebutan untuk kantor Kelompok Agromedia—puluhan mahasiswa Sejarah ini langsung diajak ke aula pertemuan.

Kunjungan yang dipandu oleh Rani sebagai MC ini dibuka dengan sambutan selamat datang yang dilakukan oleh Hikmat Kurnia selaku Direktur Agromedia.

Dalam sambutannya, Hikmat Kurnia mengatakan bahwa masing-masing orang punya kekuatan, oleh sebab itu jangan pernah pesimis dengan diri sendiri. Setelah memberikan sepatah-dua patah kata, Hikmat Kurnia menjelaskan sedikit tentang sejarah berdirinya Agromedia.

Selepas acara penyambutan, rombongan mahasiswa Unpad dipersilakan menikmati santap siang yang telah disediakan sambil beramah-tamah dengan sesama.

Acara pun berlanjut. Kali ini, jajaran redaksi Agromedia mengajak rombongan mahasiswa Unpad untuk mengetahui lebih dalam alur kerja, jenjang karir, hingga proses produksi di penerbitan buku.

Yang pertama diberi kesempatan adalah Tanudi—Koordinator penerbit KawanPustaka, Tangga Pustaka, dan VisiMedia—yang membahas secara sekilas tentang dunia penerbitan.

Selanjutnya, Yayan Sopyan selaku Direktur mediakita membahas tentang peluang kerja di penerbitan buku, seperti reporter, editor, hingga desainer.

Acara direhat sejenak. Rombongan mahasiswa Unpad diajak berkeliling kantor Agromedia untuk melihat kegiatan redaksional. Mereka bahkan aktif bertanya mengenai kegiatan yang dilakukan teman-teman di Agromedia.

Usai berkeliling, rombongan mahasiswa ini kembali mengikuti presentasi singkat dari Fuad Izzudin, Manager Produksi Kelompok Agromedia yang membahas tentang proses produksi sebuah naskah mulai dari editing hingga percetakan. Bahkan, Fuad juga memberikan gambaran mengenai penghitungan royalti yang bisa didapatkan oleh seorang penulis.

Sesi terakhir dari kunjungan ini dipandu oleh Mulyono, Pimpinan Redaksi VisiMedia. Selain berbicara sedikit mengenai dunia kepenulisan, Mulyono juga mengajak rombongan mahasiswa Unpad dan beberapa alumni untuk bernyanyi bersama.

Acara ditutup dengan pemberian plakat dari Hikmat Kurnia selaku Direktur Agromedia kepada Drs. Awaludin Nugraha, M.Hum, Ketua Jurusan Sejarah Universitas Padjadjaran.

Tapi, bagaimana cara bermain gitar bass dengan baik dan benar, kecenderungan saat ini banyak orang mencari cara termudah untuk bermain, belajar, dan termasuk dalam hal musik apalagi kita sedang membahas gitar yang mempunyai dawai-dawai besar.

Berawal dari banyaknya peminat musik yang ingin berlajar cepat bermain gitar bass, Derry Asriadi dan Depit Sudrajat mencoba menyusun sebuah buku yang menitikberatkan pada teknik cepat memainkan gitar bass pada berbagai jenis (genre) musik, seperti Jazz, Rock, Dangdut, Hip-Hop, Reggae, dan Rock n’ Roll.

Buku “Mahir Bermain Gitar Bass” karya Derry Asriadi dan Depit Sudrajat yang diterbitkan Ruang Kata ini berisi cara dapat memahami tangga nada diatonis Mayor dan minor, persamaannya, mampu mempraktikkan dan membuat sendiri pijakan nada dan bentuk akor beserta variasi dan ketentuannya, dan mampu mempraktikkan pendalaman teknik slap dan pop.

Selain itu, agar lebih memudahkan Anda berlatih, di dalamnya berisi tablatur dan CD lesson. Harapannya, semoga buku ini bermanfaat dan mampu menjadi pemain bass profesional berdasarkan karakter dan jenis musik yang Anda sukai.
Selamat berlatih!

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan bahasa Inggris kepada anak di antaranya dapat dimulai dengan memperkenalkan kosakata (vocabulary). Selain itu, belajar bahasa Inggris melalui gambar dan CD interaktif pastinya juga mudah dan menyenangkan. Gak percaya, silahkan pelajari buku terbitan Ruang Kata yang berjudul “Kamus Bergambar Indonesia-Inggris”.

Buku karya Tim Redaksi Ruang Kata ini disusun untuk memperkenalkan perbendaharaan kata dalam bahasa Inggris. Tiap tema dalam buku ini berisi ilustrasi yang menarik untuk memberikan imajinasi kepada anak, misalnya suasana di pantai, di rumah, di dapur, di kamar mandi, di supermarket, di rumah sakit, di bandara, di stasiun kereta, dll. Untuk mempermudah, tiap-tiap gambar diuraikan satu persatu, sehingga terdapat lebih dari 250 kosakata. Di bagian belakang, ditambahkan pula kamus kecil yang berisi kosakata yang sering ditemui anak-anak.

Untuk mempelajari bahasa Inggis secara benar, tidak boleh dianjurkan melihat gambarnya saja, pelajari dan hafalkan juga kosakatanya. Selanjutnya, klik gambar yang ada di CD interaktifnya, dengarkan suara yang keluar, teruskan hingga selesai, dan ulangi.

Adanya visualisasi dan cara pengucapan yang benar melalui CD interaktif yang ada dalam buku ini, diharapkan akan merangsang daya pikir anak, mempermudah anak dalam menguasai perbendaharaan kata dalam bahasa Inggris, dan belajar bahasa Inggris lebih menyenangkan.

Melodi dan improvisasi dapat dimainkan secara tunggal (solois) dengan alat musik piano, gitar, biola, keyboard, atau saxophome. Di dalam memainkan improvisasi, seseorang dituntut untuk mengemas notasi melodi lagu aslinya dengan berbagai macam teknik, sehingga notasi yang dihasilkan lebih variatif, inovatif, serta dapat membangun dan memengaruhi emosi pendengar atau yang melihatnya. Dengan demikian, akan terjalin komunikasi dua arah antara pemain dan pendengarnya.

Improvisasi bukanlah permainan yang sulit dipelajari. Biasanya, kesulitan dalam menguasai melodi maupun improvisasi disebabkan kurangnya latihan dan dalam bermain lebih mengutamakan permainan notasi dengan kecepatan tinggi atau penggunaan efek yang berlebihan. Jadi dalam hal ini tidak mengedepankan segi-segi harmoni, termasuk isi notasi yang dimainkannya dapat dinikmati oleh orang awam atau tidak.

Improvisasi bukan hanya memainkan notasi dan menunjukkan keahlian memainkan alat musik, tetapi yang lebih penting adalah seberapa lengkap materi (isi) yang digunakan di dalam improvisasi tersebut, sehingga pendengar pun akan ‘hanyut’ bersama dengan materi yang disampaikan.

Bermain improvisasi belum bisa disebut pemain improvisasi (improvisator). Namun, bermain improvisasi adalah tahapan untuk bisa memainkan notasi-notasi yang berbeda dengan melodi lagu aslinya. Seseorang dapat dikatakan sebagai improvisator jika ia telah memahami dan mampu memainkan notasi-notasi di luar melodi lagu aslinya dengan menyertakan berbagai unsur yang terkandung di dalamnya.

Menguasai melodi dan improvisasi merupakan tahap lanjutan setelah Anda bisa memainkan gitar. Seseorang merasa belum puas jika tidak menguasai melodi maupun improvisasi. Tapi terkadang muncul pertanyaan, gimana sih teknik memainkan melodi dan improvisasi gitar yang benar? Ada gak cara cepat menguasainya? Jika Anda salah satunya yang mengatakan, buku  “Teknik Tercepat Belajar Bermain Melodi dan Improvisasi Gitar” karya Hendro S.D. inilah jawabannya.

Buku ini mengajak Anda belajar cepat memainkan melodi dan improvisasi dengan menggunakan teknik komposisi, pengembangan akor, dan memodifikasi atau menggabungkan berbagai notasi akor sebagai materi bermain melodi dan improvisasi pada berbagai jenis musik. Dibahas secara lengkap dan lebih menonjolkan praktek daripada teori, sehingga lebih memudahkan. Kuasai, praktekkan, dan tingkatkan skill permainan gitar Anda, sebab hanya dengan praktiklah Anda bisa menjadi seorang gitaris andal dan berada di jajaran terdepan.

Selain itu, Buku terbitan Ruang Kata ini berisi cara cepat belajar memainkan melodi dan improvisasi pada gitar. Di dalamnya disertakan tablatur, partitur, dan pendekatan praktek, sehingga memudahkan Anda berlatih dan mempelajarinya.

smart workbook