Walaupun Toefl iBT tidak menguji kemampuan gramatikal (structure and written expression) tersendiri, tetapi tes ini bagi kebanyakan peserta dirasakan lebih sulit. Hal ini dikarenakan tingkat keahlian (skill) yang diuji lebih tinggi tingkat kesulitannya dari jenis Paper Based Test (PBT) TOEFL maupun Computer Based Test (CBT) TOEFL.
Pada tes TOEFL iBT peserta akan menghadapi soal mendengar (listening) yang berkaitan dengan jenis percakapan yang panjang dan berkaitan dengan suatu ilmu pengetahuan, menjawab soal-soal membaca yang berkaitan dengan bacaan-bacaan yang panjang tentang suatu ilmu pengetahuan dengan kosakata yang adakalanya tidak umum, merespon secara oral (speaking) untuk menjawab soal-soal yang berkaitan dengan suatu perkuliahan atau pengetahuan yang mungkin saja bukan bidang keahlian peserta, dan membuat tulisan untuk meresepon soal-soal yang didengar ataupun dibaca.
Berkaitan dengan hal itu, buku Smart Guide For Succes to The TOEFL iBT: Siasat Jitu Meraih Skor Maksimal yang diterbitkan Ruang Kata ini memberikan semua tip yang berhubungan dengan cara-cara menghadapi soal-soal jenis terbaru pada tes TOEFL iBT. Buku yang ditulis oleh Firmansyah Diyata, M.Pd ini akan memandu Anda dalam meraih nilai maksimal mulai dari listening, reading, hingga speaking.
Selain itu, buku terbitan RuangKata ini dilengkapi juga dengan panduan mengikuti tes TOEFL iBT, jenis dan contoh soal yang dilengkapi analisis jawaban, tip & trik menyiasati soal dalam waktu cepat, cara menghitung skor, dan bonus CD Simulasi TOEFL iBT.

UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional) merupakan proses yang harus dilewati oleh siswa kelas 6 SD untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Meskipun dari tahun ke tahun pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional dan BNSP-nya meningkatkan standar rata-rata kelulusan, hal ini tidaklah perlu ditakuti. Sebaliknya, jadikanlah tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Buku