Menu

Product Categories

×

Mini Cart

×

 

Setiap orang ingin disayang Allah dan sesama manusia. Jika hal ini sudah terwujud, limpahan kebahagiaan akan menyertainya, baik di dunia maupun di akhirat. Setiap doa yang kita panjatkan, Allah akan mengabulkannya asalkan di dalamnya ada kebaikan dan kemaslahatan baginya. Bagaimana caranya agar kita disayang Allah dan umat manusia?

Caranya dengan mengamalkan pesan-pesan Rasulullah saw. Pesan-pesan tersebut berupa akhlak terpuji, baik kepada sesama makhluk (hablum minannaas) maupun kepada Allah (hablum minallah). Selain akan mendapatkan pahala, juga dapat memperoleh manfaat, hikmah, dan keutamaan lainnya di dunia ini. Sebaliknya, bagi yang melanggar pesan-pesan tersebut, pelakunya akan mendapatkan dosa dan mendapatkan akibat kurang baik di dunia.

Salah satu pesan Rasulullah yang harus kita amalkan adalah tidak boleh mencela. Hal ini sebagaimana sabda beliau di dalam haditsnya. “Mencela orang muslim itu sebagai suatu kefasikan, sedang membunuhnya adalah sebagai kekufuran.” (HR. Muttafaqun ‘alaih)

Ketika mencela seorang muslim, selain mendapatkan dosa, tentu kita juga akan dibenci dan berakibat permusuhan dari orang yang kita cela. Ini adalah akibat buruk bagi seorang pencela. Setiap pencela tidak akan dikasihi oleh sesamanya. Berikut ini di antaranya beberapa hal yang tidak boleh kita cela.

– Jangan mencela waktu. Mencelanya, berarti kita juga mencela sang pembuat waktu, yakni Allah SWT.
– Jangan mencela penyakit. Sebaliknya, jika kita bersabar dengan penyakit itu, ia akan membersihkan kita dari dosa-dosa kecil.
– Jangan mencela binatang, karena ia adalah ciptaan Allah yang banyak membantu meringankan pekerjaan di dunia dan di akhirat.
– Jangan mencela ayam jantan, karena ia berkokok ikut membantu membangunkan orang beribadah pada saat malam dan di waktu subuh.
– Jangan mencela angin, karena ia berhembus atas perintah Allah.  Angin berguna untuk kehidupan, menggerakkan perahu nelayan, menggerakkan kincir angin, dan lain-lain.
– Jangan mencela orang muslim, karena mencela seorang muslim dengan cara tidak benar termasuk perbuatan haram.

Menanamkan pesan-pesan Rasulullah harus sudah dilakukan sejak dini kepada anak. Pesan-pesan tersebut menjadi pendidikan karakter yang sangat terpuji sehingga mereka dapat menjadi pribadi muslim yang sempurna (insanul kamil). Disebut sempurna karena selain memiliki akhlak yang terpuji kepada Allah, juga terhadap sesama makhluk, serta memiliki kecerdasan emosional, spiritual, dan kecerdasan intelegensi.

Buku 77 Pesan Nabi untuk Anak Muslim karya Abu Alkindie Ruhul Ihsan & Abu Azka ini dapat Anda pergunakan untuk kebutuhan sebagaimana dijelaskan di atas. Dapat dipergunakan sebagai sarana pendidikan karakter yang tepat untuk mencetak anak muslim yang cerdas dan berakhlak terpuji. Selain berisi 77 hadits pilihan, dilengkapi pula dengan ensiklopedia ilmu, kisah-kisah menakjubkan, pesan moral, doa-doa harian anak muslim, praktik ibadah anak pilihan, kamus visual 3 bahasa (Arab, Indonesia, dan Inggris), kisah 25 nabi dan rasul, serta kisah 10 malaikat.


Baca Juga:

–  Menciptakan Generasi Islam Sesuai Konsep Rasulullah
–  Mencetak Anak Shaleh Melalui Kisah Teladan dan Pesan Rasulullah
–  Mencetak Anak Cerdas Qur`ani

 

 

 

Hampir semua umat Islam mengetahui keutamaan sedekah. Sedekah dipercaya mendatangkan keajaiban bagi pelakunya. Belum lagi balasan pahala yang telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Namun, ternyata ada yang lebih utama daripada sedekah, yaitu memberi pinjaman. Pinjaman tersebut bermakna qard al hasan (pinjaman yang baik) sesuai firman Allah surat Al-Baqarah ayat 245. Pinjaman tersebut semata-mata atas dasar kewajiban sosial, tanpa meminta kompensasi apa pun.

Di sinilah saatnya umat Islam mengambil peran sebagai penolong terhadap kesulitan ekonomi saudaranya. Memberikan pinjaman memberi efek positif dari kedua belah pihak dengan keutamaan dua kali lebih besar daripada sedekah. Rasulullah saw bersabda, ‘’Tidaklah seorang muslim memberi pinjaman, kecuali nilainya dua kali dari nilai sedekah…” Di dalam hadits lain, Rasulullah juga bersabda, “Aku lebih suka meminjamkan seribu dirham sebanyak dua kali, daripada harus bersedekah sekali dengan uang sebanyak itu.”

Ada beberapa alasan konkret kenapa memberi pinjaman lebih utama dan lebih baik daripada sedekah. Di antaranya sebagai media pemberdayaan ekonomi yang paling efektif karena ditunjang oleh rasa tanggung jawab. Si peminjam akan berusaha dan bekerja produktif untuk melunasi kewajiban hutangnya. Sedangkan si pemberi pinjaman akan mendapatkan kembali uangnya sehingga ia pun dapat memenuhi kebutuhan lainnya atau diputar kembali kepada peminjam lain. Mekanisme ini akan menghasilkan efek saling tolong-menolong sambil memutar roda ekonomi, tanpa merusak harga diri salah satu pihak.

Berbeda dengan sedekah yang dapat mengundang riya’ dan sum’ah bagi si pemberi, dapat menurunkan derajat si penerima, dan efeknya kurang produktif. Pasalnya, sedekah bersifat instan dan tidak kurang mendidik kemandirian si penerima. Contoh luasnya sebagaimana dalam program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang hangat dikritisi karena tidak memberi efek positif. BLT malah berpengaruh menciptakan mental pengemis dan membuat rakyat miskin terbuai tanpa berusaha meningkatkan taraf hidup dengan bekerja keras. Sedekah tidak memberi motivasi kuat untuk lebih kreatif, dinamis, dan visioner.

Inilah bagian dari permasalahan umat Islam dan bangsa Indonesia secara umum yang hendak diurai jalannya oleh H. Usin S. Artyasa di dalam bukunya, “Ternyata Balasan Memberikan Pinjaman Lebih Besar daripada Sedekah”. Buku ini bagian dari pola syariah dan ekonomi yang dapat diterapkan oleh setiap umat Islam. Dengan harapan, semua lapisan masyarakat mendapatkan keutamaan dan keajaiban dari sedekah dan pinjaman itu sendiri. Keutamaan yang tidak hanya bersipat lahir dan batin, tapi juga personal dan komunal, dunia dan akhirat.

 

 

Orang-orang sukses, mulai dari pebisnis, teknokrat, hingga politikus ternyata banyak dari mereka mendapatkan kesuksesannya berasal dari keberkahan shalat sunah atau puasa sunah. Dua amalan yang rutin mereka kerjakan tersebut telah benar-benar mereka buktikan, dengan keyakinan atas janji Allah Swt dan Rasulullah tentang hikmah dan keutamaannya. Di dalam beberapa ayat dan hadits Rasulullah Saw telah ditekankan tentang ragam keutamaannya, mulai dari limpahan ampunan, menyempurnakan amalan, mengangkat derajat, membuahkan kecintaan, memperoleh keberkahan, hingga melancarkan rezeki.

Salah satu contohnya dialami oleh Sandiago Uno, seorang miliarder muda. Di usianya yang terbilang muda, ia telah dinobatkan sebagai orang kaya nomor 29 di Indonesia oleh majalah internasional Forbes. Ia mengakui bahwa kesuksesannya diperoleh melalui konsep spiritual yang dijalankannya. Ia dikenal sebagai pria yang rutin menjalankan puasa Daud dan shalat dhuha. Dalam satu kesempatan, ia mengungkapkan, “Ibadah itu kalo sudah rutin kita lakukan bukan lagi menjadi sebuah kewajiban tapi menjadi sebuah kebutuhan. Jadi kalo aku gak shalat dhuha sekali saja, seolah-olah ada sesuatu yang hilang, dan aneh rasanya. Walaupun termasuk ibadah sunah, jadi akan terasa wajib. Dan aku telah merasakan hikmahnya, sudah 7—8 tahun ini rutin aku lakukan, rezeki itu seperti gak aku cari, semua datang sendiri seperti ada yang mengantar kepada saya.”

Anda juga sudah pasti mengenal Bj. Habibie, Prof. Dr. Ir. Amin Aziz, Ust. Muhammad Arifin Ilham, dan Mas Mono. Mereka juga termasuk orang-orang yang telah mendapatkan keajaiban shalat dan puasa sunah. Ini baru sebagian kecil, masih banyak lagi yang tidak mungkin dapat ditulis di artikel singkat ini. Ada yang mendapat kesuksesan keberlimpahan harta, kenaikan jabatan, kecerdasan intelektual, menjadi pemimpin jamaah atau tokoh masyarakat, hingga ada yang menjadi seorang penakluk, seperti Muhammad Al-Fatih, sehingga mendapatkan julukan “Sang Penakluk Konstantinopel” atau “Sang Pedang Malam”.

Apakah Anda ingin seperti mereka? Anda pun dapat menjemputnya dan membuktikan bahwa kesuksesan yang sama dapat Anda raih dengan mengamalkan seperti apa yang telah mereka kerjakan, yaitu membiasakan shalat sunah dan puasa sunah. Niscaya janji Allah dan Rasulullah akan menghampiri Anda dengan proses tertentu sesuai kehendak-Nya. Jika Anda pengusaha, insya Allah Anda lebih mudah menjalankan roda bisnis Anda. Jika Anda seorang pelajar, insya Allah Anda lebih mudah menguasai ilmu yang dipelajari. Dan, jika Anda sedang mendapatkan kesulitan, insya Allah akan diberikan jalan keluar yang terbaik untuk Anda.

Jika ingin lebih jelas lagi, Anda dapat membaca buku “Ternyata Shalat dan Puasa Sunah dapat Mempercepat Kesuksesan” terbitan RuangKata. Buku ini akan mengupas rahasia kedahsyatan shalat dan puasa sunah, tata caranya sesuai tuntunan Rasulullah Saw, kisah menakjubkan para pengamalnya, dan doa-doa pilihan untuk meraih sukses. Sebagaimana harapan penulisnya, Ceceng Salamuddin, M.Ag, buku ini dapat menjadi teman Anda ketika sedang mengalami keresahan dan akan mengantarkan Anda menjadi hamba yang sukses di dunia dan di akhirat.

 

 

Memberikan pengajaran akhlak melalui kisah-kisah teladan akan sangat bermanfaat bagi perkembangan kepribadian setiap anak. Kisah-kisah tersebut akan membangkitkan keinginan dalam diri si anak secara alamiah untuk meniru dan meneladaninya. Misalnya tentang kisah-kisah kedermawanan, kekhusyukan beribadah, keikhlasan beramal, kecintaan kepada Allah dan Rasulullah, kesederhanaan, berbakti kepada orangtua, dan lain sebagainya.

Akan sangat disayangkan, jika anak-anak muslim pada zaman sekarang lebih sering menonton atau mendengar tentang kisah-kisah keburukan yang tidak mengandung hikmah positif. Misalnya melalui tontonan televisi yang berisi film-film kartun impor atau drama-drama serial yang tidak mendidik yang semakin hari semakin memprihatinkan. Setiap tontonan yang bermuatan negatif, akan sangat membekas pula di dalam otak si anak. Tentu hal ini akan berdampak buruk bagi perkembangan kepribadian dan akhlaknya kelak. Mereka bisa saja dapat meniru hal-hal negatif yang telah mereka tonton tersebut.

Di sinilah saatnya orangtua atau pendidik yang harus berperan dalam memberikan masukan-masukan positif bagi perkembangan kepribadian anak. Bacaan yang positif berupa kisah-kisah keteladanan para rasul, nabi, shahabat, ulama, dan orang-orang shaleh menjadi solusi yang sangat tepat untuk diterapkan. Akan lebih optimal lagi jika diintegrasikan lagi dengan metode pengajaran secara demonstratif dan aplikatif, misalnya dibacakan langsung secara apresiatif, dibuat drama singkat di ruang kelas, atau diberikan pekerjaan rumah untuk melakukan tugas tertentu sesuai pesan moral yang terdapat di dalam suatu kisah keteladanan tertentu.

Paling tidak, ada dua hikmah dari pelajaran yang diambil dari kisah-kisah tersebut. Pertama, agar ikut mencontoh keteladanan berupa akhlakul karimah yang membawa manfaat dan pahala dari Allah SWT. Kedua, menjauhi hal-hal buruk berupa perbuatan dosa dan kesalahan yang dilarang Allah SWT. Pada akhirnya, akan menciptakan seorang anak dengan kepribadian yang lebih mudah mengantarkannya ke jalan takwa. Bekal keshalehan yang didapatkannya ketika masa  kanak-kanak sangat penting untuk menjadi seorang mukmin dengan predikat insan kamil.

Abu Alkindie Ruhul Ihsan & Abu Azka telah menyusun bukunya untuk Anda pergunakan bagi anak-anak Anda sesuai dengan konsep di atas, yaitu buku “77 Pesan Nabi untuk Anak Muslim”. Buku ini tidak hanya berisi kisah-kisah teladan anak muslim, tapi juga dilengkapi dengan 77 pesan Rasulullah dari hadits-hadits pilihan, ensiklopedia ilmu Islam, kamus visual 3 bahasa (Arab – Indonesia – Inggris), kisah 25 nabi dan rasul, doa-doa harian anak muslim, kisah 10 malaikat, dan praktik ibadah anak muslim.

Buku terbitan RuangKata ini memiliki kelengkapan dan kelebihan dari buku-buku sejenis yang sudah beredar sehingga Anda dapat menerapkannya kepada anak secara lebih sempurna juga. Penulis sengaja menyusun buku ini selain agar dapat bermanfaat dalam pendidikan akhlak dan ilmu Islam, tapi juga sengaja dibuat semenarik mungkin agar anak lebih menyukainya.

 

 

Namun, yang jadi masalah ialah tentang pergeseran dikotomi ilmu sehingga terjadi pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum, antara kehidupan dunia dan akhirat. Praktisi dan lembaga pendidikan telah menciptakan cara pandang yang salah terhadap kemajuan bangsa. Di antaranya dengan mengukur kemajuan semata-mata dimaknai sebagai kemajuan dalam sisi materi, khususnya dalam ekonomi, sains, dan teknologi. Mereka telah membuang sisi penting dari sebuah peradaban manusia, yaitu nilai agama dan akhlak. Salah satunya akibat dari bias peradaban dunia Barat sebagai menara sekularisasi dunia.

Pendidikan kini lebih mengarah ke target-target ekonomi. Nyaris semua perguruan tinggi menunjukkan pola yang sama, yaitu menjanjikan kemudahan mendapat kerja setelah lulus nanti. Untuk mencapai itu, kurikulum pun dibuat dengan dominasi program pengembangan potensi intelektual dan ketrampilan saja. Sementara itu, pendidikan yang membina kepribadian atau karakter mahasiswa malah terabaikan. Akibatnya, sistem pendidikan materialistis ini tidak mampu mencetak manusia seutuhnya, karena nilainya telah dikerdilkan.

Manusia dididik hanya untuk menjadi pekerja dalam industri, perdagangan, atau pemerintahan. Padahal dalam diri manusia juga terdapat potensi luhur yang perlu dibina, seperti kesalehan, keyakinan, keberanian, amanah, kasih sayang, kejujuran, kepahlawanan, kerendahan hati, kedermawanan, kepedulian, kegigihan, ikhlas, serta kesabaran. Jika nilai-nilai ini tidak ditanamkan, yang akan tumbuh adalah nilai-nilai kebalikannya yang dapat merusak, seperti serakah, sombong, tidak punya kepedulian, pemalas tapi ingin besar, kikir, curang, khianat, pengecut, penipu, dan suka menindas.

Apabila orang seperti itu memiliki ketrampilan dan pengetahuan tinggi, ada kemungkinan mereka akan menggunakannya untuk melakukan kejahatan. Jabatan yang seharusnya untuk berbakti untuk kepentingan orang banyak, justru digunakan secara tidak adil demi kepentingannya sendiri. Buktinya, banyak kasus terjadi adanya penegak hukum yang semestinya harus menegakkan hukum ternyata harus dihukum, para pendidik yang semestinya mendidik malah harus dididik, para pejabat yang mestinya melayani masyarakat malah korupsi, para wakil rakyat yang seharusnya memperjuangkan nasib rakyat malah berkhianat, siswa sekolah dan mahasiswa sebagai calon pemimpin masyarakat malah tawuran, dan lain sebagainya.

Jika memang sudah demikian, adakah solusinya? Di sinilah perlunya rekonstruksi pendidikan yang seimbang, baik, dan benar sesuai fitrah manusia melalui tuntunan Allah SWT dan Rasulullah saw. Yakni sebagaimana yang akan dibahas oleh Dr. Wendi Zarman di dalam buku “Inilah! Wasiat Nabi bagi Para Penuntut Ilmu”. Beliau akan mengurai semua problematika manusia dalam bingkai ilmu yang tidak tepat dalam memahami dan menerapkannya. Dalam sorotan penulis, manusia telah terjebak oleh intelektualitasnya sendiri yang didorong hawa nafsu sehingga menciptakan manusia dan peradabannya yang tidak manusiawi dan jauh dari nilai-nilai ilahiyah sebagaimana yang diajarkan Rasulullah.

Buku ini merupakan buku kedua penulis yang diterbitkan RuangKata. Penulis akan mengurai seluk-beluk ilmu, seperti apa arti ilmu, keutamaan ilmu, tujuan menuntut ilmu, cara memperoleh ilmu, tingkatan ilmu, adab menuntut ilmu, kekeliruan mengenai ilmu, hubungan ilmu dan kehidupan, pengembangan ilmu Islami, memaknai ilmu menurut cara pandang Islam, teladan ulama dalam menuntut ilmu, dan lain sebagainya.

Buku ini sangat penting dibaca oleh para pelajar, guru, akademisi, orangtua, dan umat Islam pada umumnya untuk mendapatkan cara pandang yang lurus tentang ilmu. Pasalnya, dunia Islam sedang dibelokkan oleh peradaban barat sehingga cenderung hampir tersesat. Singkatnya, jika kita peduli terhadap nasib umat Islam, buku ini akan sangat membantu Anda untuk menemukan jalan ilmu yang benar menurut Islam tanpa membuang aspek kemajuan zaman di bidang ekonomi, sains, teknologi, dan lain-lain.

 

 

Hukum-hukum ini diperoleh melalui Al-Qur`an dan hadits. Kemudian diperoleh juga melalui bentuk fatwa shahabat, ijma’ ulama, dan ijtihad dalam masalah-masalah tertentu. Permasalahan fikih merupakan hal pokok yang mesti diketahui oleh setiap muslim setelah bersyahadat. Pasalnya, fikih ini yang akan mengatur ibadah seseorang sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Misalnya, mengatur tata cara bersuci, shalat, puasa, zakat, dan ibadah haji.

Setiap muslim wajib mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh fikih. Jika tidak, maka seseorang dapat dikatakan telah berbuat bid’ah karena telah melenceng dari ketentuan yang telah ditetapkan Allah dan Rasulullah saw. Misalnya, mengenai air yang boleh dipakai bersuci, niat, jumlah rakaat shalat wajib, waktu puasa Ramadhan, dan miqat ibadah haji. Ketentuannya sudah jelas diatur secara baku (mahdhah) di dalam fikih Islam. Tidak boleh ada seorang muslim pun yang dapat menambah dan mengurangi jumlahnya. Kecuali hanya dalam masalah-masalah cabang (furu’iyah) yang dibahas oleh para ulama karena sebab-sebab tertentu.

Selain berkenaan ibadah-ibadah yang sudah kita kenal, pada zaman modern ini juga muncul permasalahan-permasalahan baru yang belum banyak diketahui tentang aturan fikihnya. Misalnya, mengenai hukum korupsi, kontes kecantikan, wanita bekerja di luar rumah, menggunakan pil penunda haidh, dan wanita menjadi pemimpin. Aturannya sebenarnya sudah ada di dalam Islam, sekalipun permasalahannya belum muncul pada zaman Rasulullah. Kemudian, para ulama mengambil kesimpulan hukumnya melalui dalil-dalil yang sudah ada menurut mekanisme ijtihad.

Anda ingin tahu apa saja masalahanya dan bagaimana jawaban penjelasannya? H. Amirullah Syarbini, M.Ag. dan Dr. H. Hasbiyallah, M.Ag. menyusun buku “Anda Bertanya Ustadz Menjawab” yang akan membantu Anda dalam memberikan jawaban seputar permasalahan fikih dalam masalah ibadah dan muamalah sebagaimana yang dijelaskan di atas. Menariknya, penulis menyusunnya dalam konsep tanya-jawab menurut permasalahan yang sering dialami oleh masyarakat Islam zaman sekarang. Tentu saja, tidak menutup kemungkinan, Anda sendiri banyak mengalaminya namun tidak mengetahui aspek hukum dan penjelasan aturan fikihnya.

Buku ini disusun berdasarkan kondisi riil dari para jamaahnya yang kerap bertanya kepada penulis ketika ceramah atau mengisi kajian Islam. Masalah-masalah tersebut di antaranya meliputi masalah seputar bersuci (thaharah), shalat, puasa, zakat, sedekah, haji, umrah, qurban, aqiqah, khitan, warisan, doa, dan masalah-masalah kontemporer dan kewanitaan, seperti hukum pergaulan bebas, narkoba, kontes kecantikan, korupsi, meminum pil haidh, wanita bekerja, mengenakan hijab style, dan suara wanita.

Buku terbitan RuangKata ini, alhamdulillah mendapat sambutan positif dari para tokoh agama, karena asas manfaatnya yang besar bagi umat Islam. Berikut ini sebagian pendapat mereka.

“Buku ini insyaAllah dapat memberikan jawaban yang memuaskan, baik secara aqli maupun naqli, mengenai berbagai masalah keagamaan di Indonesia.”
Prof. Dr. H. Muhtar Solihin, M.Ag.
Purek II Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung)

“Masalah yang dihadapi umat Islam setiap hari terus bertambah, sedangkan buku yang memberikan solusi masih jarang ditemukan. Untuk itu, saya menyambut baik kehadiran buku ini sebagai upaya cerdas dalam memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang berkembang di masyarakat Indonesia.”
Prof. Dr. KH. Udi Mufrodi Al-Mawardi, Lc., M.A.
Dekan Fakultas Ushuludin dan Dakwah IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon.

“Buku yang merupakan kumpulan tanya jawab ini bisa dijadikan referensi oleh jutaan umat Islam di Indonesia mengenai berbagai persoalan fiqh dan keagamaan.”
Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, SH., MH.
Lektor Kepala Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

 

Dalam hadits riwayat Ibnu Majah dan Al-Baihaqi di atas, menunjukkan bahwa memberi pinjaman memiliki keutamaan lebih besar daripada bersedekah. Terdapat beberapa hadits lainnya yang hampir serupa menyebutkan memberi pinjaman lebih utama daripada bersedekah. Di dalam Al-Qur’an juga disebutkan bahwa memberi pinjaman dengan hati yang tulus untuk kemaslahatan si peminjam akan mendapatkan pembayaran atau pahala berlipat ganda (QS. Al-Baqarah: 245 dan QS. Al-Hadid: 11). Jika Anda bertanya, apa saja alasannya yang mudah dipahami?

Jika dikaji lebih dalam, ternyata efek sedekah dan pinjaman memiliki pengaruh yang berbeda tingkatannya. Dapat dikatakan bahwa efek sedekah tidak terasa dan kurang mendalam, baik di hati pemberi maupun penerima. Pasalnya, pemberian sedekah cenderung bersifat instan, ditandai dengan tidak adanya perjanjian antara si pemberi dan si penerima. Pemberian sedekah kurang kuat  dalam membangkitkan rasa tanggung jawab dan kemandirian si penerima. Sebaliknya, sistem pinjaman akan menciptakan konsekuensi moril untuk bersikap jujur, bersungguh-sungguh, bertanggung jawab, dan bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang maksimal demi melunasi hutangnya, bermental maju, dan lain sebagainya.

Sistem pinjaman juga akan tetap menjaga harga diri dan kemuliaan kedua belah pihak. Berbeda dengan sedekah yang dapat mendatangkan riya, sum’ah, dan takabur bagi si pemberi sedekah. Tanpa disadari, sedekah akan mengajarkan dan membentuk “mental pengemis”. Posisi penerima sedekah seolah selalu berada di bawah sehingga dapat menurunkan derajatnya. Sedangkan sistem pinjam meminjam lebih berorientasi pada kesamaan derajat, karena posisinya berada di bawah transaksi kesepakatan (akad). Penerima pinjaman akan berusaha menjaga komitmennya untuk mengembalikannya pada tempo tertentu sambil berusaha dan bekerja.

Dari penjelasan singkat di atas, sangat wajar jika mekanisme ekonomi zaman modern ini tumbuh dinamis dan terus meningkat berkat aktivitas sistem pinjam meminjam ini. Sistem ini berjalan secara berkesinambungan untuk jangka panjang. Si pemberi pinjaman akan mendapatkan kembali uangnya, si peminjam juga mendapatkan manfaat besar karena bisa memenuhi kebutuhannya, bahkan sekaligus dapat memutar roda ekonominya yang sempat terhambat karena kekurangan dana. Demikian seterusnya hingga menciptakan perputaran ekonomi yang saling menguntungkan.

Masih banyak lagi hal lainnya terkait dengan keutamaan sistem pinjaman ini. Misalnya mengenai bentuk pinjaman dengan transaksi tabarru’ dan tijarah. Masing-masing memiliki sifat dan keutamaan yang berbeda. Lebih luasnya lagi, H. Usin S. Artyasa akan menjelaskannya di dalam buku “Ternyata Balasan Memberi Pinjaman Lebih Besar daripada Sedekah”. Beliau akan mengupas panjang lebar mengenai keutamaan berikut perbandingan keistimewaan antara memberi pinjaman dan sedekah.

Buku terbitan RuangKata ini akan membuka pola pikir Anda tentang aktivitas saling tolong menolong melalui mekanisme sedekah dan pinjam meminjam yang dampaknya sangat besar bagi kehidupan seseorang. Anda juga akan menemukan kiat sedekah dan memberi pinjaman agar dibalas maksimal, kisah nyata penuh hikmah tentang keajaiban sedekah dan memberi pinjaman, wasiat nabi dan orang-orang shaleh tentang pinjaman, dan etika pinjam meminjam.

 

 

Apa pun jawaban Anda tidak ada salahnya, baik menjadi karyawan maupun berwirausaha. Keduanya sama-sama memiliki prospek kesuksesan finansial. Yang paling penting adalah Anda sudah memiliki konsekuensi pilihan yang tepat menurut tujuan Anda dan meyakini sepenuh hati bahwa pilihan tersebut tidak salah. Pasalnya, pekerjaan tidak hanya untuk mendapatkan penghasilan, tapi juga dibutuhkan keserasian agar Anda merasa nyaman dan puas. Ini merupakan salah satu kunci pembuka kesuksesan dalam pekerjaan Anda.

Do what you love and love what you do, the money will follow. “Kerjakan apa yang kamu sukai dan sukailah apa yang kamu kerjakan, uang akan mengikuti Anda”. Demikian kata salah satu ungkapan dalam dunia usaha. Ungkapan pertama akan menciptakan integritas tinggi dalam diri Anda sehingga mampu memberikan hasil yang maksimal, karena Anda tidak merasa terpaksa. Pada ungkapan kedua, Anda akan menjadi lebih antusias sehingga Anda pun dapat terus bersemangat sehingga memperoleh hasil pekerjaan yang maksimal pula. Dari sinilah, tangga-tangga kesuksesan Anda mulai tersusun sehingga Anda lebih mudah menaikinya satu per satu.

Kelebihan dan kekurangan yang perlu Anda ketahui. Jika menjadi karyawan, penghasilan Anda stabil, ada kepastian, dan ritme kerjanya rutin. Sedangkan berwirausaha, penghasilan Anda variatif, ketidakpastian lebih tinggi, dan ritme kerjanya bersifat tidak rutin. Namun, kebebasan Anda lebih tinggi dan ketergantungannya rendah dibandingkan menjadi karyawan. Menjadi karyawan, Anda tidak mudah secara langsung melejit menjadi orang besar, tapi minim risiko. Sedangkan dengan berwirausaha, Anda memiliki peluang lebih cepat untuk menjadi besar dan sukses, tapi lebih besar pula risikonya.

Nah lhoo… mau pilih mana? Jadi karyawan atau berwirausaha. Agar Anda tidak bertambah bingung dan mendapatkan paket jawaban dan solusinya, silakan Anda membuka buku “100% Anti Nganggur: Cara Cerdas Menjadi Karyawan atau Wirausahawan” terbitan RuangKata. Buku ini akan mengupas tuntas seputar pekerjaan yang sesuai untuk Anda sekaligus cara meraih kesuksesan di keduanya. Buku ini akan menghilangkan kebingungan dan kegalauan Anda dalam memperoleh pekerjaan sebagaimana banyak dialami oleh siswa atau mahasiswa yang baru lulus.

Buku ini disusun oleh Dony, S-wardhana, seorang trainer bisnis dan karier yang telah mendalami banyak ilmu dan pengalaman dalam dunia kerja. Ia menyusun buku ini secara praktis dan sistematis sehingga tidak hanya mudah dipahami, tapi juga dapat langsung diaplikasikan karena ia sengaja membuat sebuah pola-pola tertentu untuk membaca keinginan dan potensi Anda dalam pekerjaan tertentu. Di dalam buku ini, Anda akan menemukan mind set yang tepat dalam menunjang pekerjaan Anda, memperoleh penghasilan secara mengalir, menentukan pilihan yang tepat,  dan teknik cerdas meraih kesuksesan dalam pekerjaan Anda, baik sebagai karyawan maupun wirausahawan. Selain itu, Anda juga akan disuguhi kisah-kisah inspiratif para karyawan dan wirausahawan sukses.

Let’s choose and do it now!

 

 

Semakin banyak shalat seseorang, maka semakin tinggi pula derajatnya dan semakin banyak yang terhapus kesalahannya. Semakin tinggi derajat seorang mukmin maka semakin dicintai Allah dan makhluk-Nya. Kecintaan-Nya akan membuahkan hikmah yang sangat besar bagi hidup seseorang. Jika ia meminta kepada-Nya, Allah akan mengabulkannya sehingga kesuksesan akan mudah diraih dengan cepat. Di dalam satu hadits qudsi, Allah SWT berfirman:

“…Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunah sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, menjadi penglihatannya yang dengannya ia melihat, menjadi tangannya yang dengannya ia memukul, dan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan. Apabila ia meminta, pasti akan Aku berikan. Apabila ia meminta perlindungan, pasti Aku beri perlindungan….” (HR Bukhari).

Dari hadits di atas, jika kita sudah dapat meraih cinta Allah, hidup akan bahagia dengan kenikmatan yang mungkin saja tidak pernah terbayangkan oleh mereka yang awam dalam ibadah. Kenikmatan yang mampu dirasakan secara zhahir dan batin, meteril dan spiritual. Anda tidak perlu bersusah payah mengejar kesuksesan, karena kesuksesan akan menghampiri Anda dengan sendirinya. Pasalnya, karena Anda telah bersama Allah, sehingga apa yang diharapkan akan terwujud dengan cepat sesuai kehendak-Nya.

Bagaimana jika kita ingin mendapatkan jodoh terbaik, keturunan shaleh, rezeki berlimpah, karier cemerlang,  usaha berkembang, kesehatan lahir batin, cita-cita terwujud, dan mati dalam rahmat Allah? Hal ini pun dapat Anda raih dengan amalan shalat dan puasa sunah. Jika masih penasaran, silakan Anda membaca penjelasan lengkapnya di dalam buku “Ternyata Shalat & Puasa Sunah dapat Mempercepat Kesuksesan” terbitan RuangKata.

Buku ini ditulis oleh Ceceng Salamuddin, M.Ag untuk memotivasi Anda menjadi pengamal shalat dan puasa sunah. Buku ini tidak akan menggurui Anda, tetapi ia akan menjadi sahabat Anda ketika keresahan “menerkam” dan membantu mengantarkan ke gerbang kesuksesan dunia dan akhirat. Jika Anda ingin merasakan buktinya langsung, silakan segera ambil wudhu dan masuk ke masjid, lalu laksanakan shalat. Setelahnya, Anda akan merasakan sesuatu yang beda, yaitu berupa perubahan keajaiban pada diri Anda. Demikian sebagaimana yang dikatakan penulis. Itu baru amalan yang sekejap. Jika Anda melakukannya secara terus menerus, tentu keajaibannya pun akan lebih dahsyat lagi.

Apa saja isi buku ini? Penulis membagi pembahasannya ke dalam lima bab. Bab pertama, menjelaskan rahasia di balik ibadah sunah. Bab kedua, tentang kedahsyatan dan keutamaan shalat sunah. Bab ketiga, tata cara dan doa shalat sunah. Bab keempat, mengenai kedahsyatan dan keutamaan puasa sunah. Pada bab terakhir, tentang kisah-kisah kedahsyatan para pengamal sunah sebagai contoh yang dapat diambil hikmahnya. Selain itu, penulis juga melengkapinya dengan doa-doa ampuh meraih sukses dari Al-Qur`an dan hadits serta kalender puasa sunah 2013—2015.


 

“Karena ibadah-ibadah fardhu, shalat sunah, dan puasa sunah adalah resep terbaik untuk hidup sukses. Sebagian orang ragu tentang hal ini. Itu wajar karena hanya sebagian kecil umat yang telah merasakan keutamaannya. Buku ini diharapkan mampu menggerakkan umat Islam untuk menghidupkan kedua ibadah sunah tersebut.”
Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., (Intelektual muslim Jawa Barat)

 

Pengamalan kalimat basmalah sebagai bacaan dzikir, sebanyak dan sesering yang kita mampu, dapat membangkitkan kekuatan ruhani. Dari beberapa keterangan dan pengalaman, terdapat kekuatan internal dalam pengamalan basmalah dan pemaknaannya. Basmalah memberi keberkahan bagi setiap orang yang mengamalkannya sehingga ia mendapat banyak keutamaan dalam hidupnya. Di antaranya sebagai berikut.

Pertama, mendapatkan petunjuk, dicukupi kebutuhan, dan diberi penjagaan. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam sabda Rasulullah, “Barangsiapa yang ketika keluar dari rumahnya mengucapkan, bismillahi tawakaltu ‘alallah, la haula wa laa quwwata illa billah (dengan menyebut nama Allah aku bertawakal, tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah) maka engkau telah diberi petunjuk, telah pula dicukupi keperluanmu, jika telah diberi penjagaan, setan pun menyingkir darinya.” (HR Abu Dawud, Turmudzi, dan Nasa’i).

Kedua, meraih kehidupan yang baik (hayatan thoyyibah). Kehidupan yang baik diartikan sebagai kehidupan seseorang yang suasananya berbeda dari kehidupan orang kebanyakan. Kehidupan yang baik diindikasikan oleh perasaan lega, kerelaan, kesabaran dalam menerima berbagai ujian Allah, dan semangat bersyukur yang sangat kuat. Dengan kondisi seperti itu, orang yang ada di dalamnya tidak mengalami ketakutan yang mencekam, atas kesedihan yang melampaui batas. Dalam konteks modern, kehidupan yang baik sepadan dengan kehidupan yang berkualitas (quality of life), baik dalam hal ekonomi, kesehatan, hubungan sosial, partisipasi, pekerjaan, maupun pendidikan.

Ketiga, mendapatkan rezeki dari arah yang tidak terduga. Sebuah riwayat menyebutkan, pada zaman Nabi saw, ada dua orang bersaudara yang berbeda karakter dan profesi. Salah seorang dari keduanya itu memiliki bisnis dan sukses di bidangnya, sedangkan saudara lelaki si pebisnis rajin sekali mengikuti majlis taklim, ibadah, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Karena si pebisnis merasa dirinya sukses, ia seringkali meremehkan saudaranya yang ahli ibadah. Suatu ketika, orang yang memiliki bisnis itu mengadukan saudaranya tersebut kepada Nabi saw. Di hadapan beliau, ia banyak bercerita tentang saudaranya. Menanggapi cerita itu, Rasulullah saw bersabda, “Boleh jadi, kamu diberi rezeki oleh Allah dan berhasil karena saudaramu yang rajin mendoakanmu.” (HR Turmudzi)

Itulah sebagian keutamaan basmalah yang dijelaskan oleh H. Usin S. Artyasa di dalam bukunya, “Ingin Hidup Sukses dan Berkah? Awali dengan Basmalah!”. Penulis menguraikan makna, keutamaan, kedahsyatan, dan rahasia di balik basmalah sehingga dapat memengaruhi hidup Anda menjadi sukses dan berkah. Ia menjelaskannya dengan bahasa yang mudah dipahami melalui pendekatan tafsir sehingga kebenaran ilmiahnya dapat dipertanggungjawabkan.

Di dalam buku terbitan RuangKata ini, Anda dapat menemukan mulai dari misteri dan kedahsyatan dalam kalimat basmalah, janji-janji Allah dan Rasulullah bagi para pengamal basmalah, kisah nyata yang menakjubkan para pengamal basmalah, hingga aplikasi konsep basmalah dalam sehari-hari. Anda akan diajak menyelaminya dan kemudian agar mampu meresap ke dalam hati sehingga muncul kesadaran untuk melakukan perubahan diri, melalui konsep basmalah ini.

 

smart workbook

Sign Up Newsletter!

Sign up our newsletter and save 25% off for the next purchase.

Subscribe to our newsletters and don’t miss new arrivals, the latest fashion updates and our promotions