Menu

Product Categories

×

Mini Cart

×

 

Namun, yang jadi masalah ialah tentang pergeseran dikotomi ilmu sehingga terjadi pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum, antara kehidupan dunia dan akhirat. Praktisi dan lembaga pendidikan telah menciptakan cara pandang yang salah terhadap kemajuan bangsa. Di antaranya dengan mengukur kemajuan semata-mata dimaknai sebagai kemajuan dalam sisi materi, khususnya dalam ekonomi, sains, dan teknologi. Mereka telah membuang sisi penting dari sebuah peradaban manusia, yaitu nilai agama dan akhlak. Salah satunya akibat dari bias peradaban dunia Barat sebagai menara sekularisasi dunia.

Pendidikan kini lebih mengarah ke target-target ekonomi. Nyaris semua perguruan tinggi menunjukkan pola yang sama, yaitu menjanjikan kemudahan mendapat kerja setelah lulus nanti. Untuk mencapai itu, kurikulum pun dibuat dengan dominasi program pengembangan potensi intelektual dan ketrampilan saja. Sementara itu, pendidikan yang membina kepribadian atau karakter mahasiswa malah terabaikan. Akibatnya, sistem pendidikan materialistis ini tidak mampu mencetak manusia seutuhnya, karena nilainya telah dikerdilkan.

Manusia dididik hanya untuk menjadi pekerja dalam industri, perdagangan, atau pemerintahan. Padahal dalam diri manusia juga terdapat potensi luhur yang perlu dibina, seperti kesalehan, keyakinan, keberanian, amanah, kasih sayang, kejujuran, kepahlawanan, kerendahan hati, kedermawanan, kepedulian, kegigihan, ikhlas, serta kesabaran. Jika nilai-nilai ini tidak ditanamkan, yang akan tumbuh adalah nilai-nilai kebalikannya yang dapat merusak, seperti serakah, sombong, tidak punya kepedulian, pemalas tapi ingin besar, kikir, curang, khianat, pengecut, penipu, dan suka menindas.

Apabila orang seperti itu memiliki ketrampilan dan pengetahuan tinggi, ada kemungkinan mereka akan menggunakannya untuk melakukan kejahatan. Jabatan yang seharusnya untuk berbakti untuk kepentingan orang banyak, justru digunakan secara tidak adil demi kepentingannya sendiri. Buktinya, banyak kasus terjadi adanya penegak hukum yang semestinya harus menegakkan hukum ternyata harus dihukum, para pendidik yang semestinya mendidik malah harus dididik, para pejabat yang mestinya melayani masyarakat malah korupsi, para wakil rakyat yang seharusnya memperjuangkan nasib rakyat malah berkhianat, siswa sekolah dan mahasiswa sebagai calon pemimpin masyarakat malah tawuran, dan lain sebagainya.

Jika memang sudah demikian, adakah solusinya? Di sinilah perlunya rekonstruksi pendidikan yang seimbang, baik, dan benar sesuai fitrah manusia melalui tuntunan Allah SWT dan Rasulullah saw. Yakni sebagaimana yang akan dibahas oleh Dr. Wendi Zarman di dalam buku “Inilah! Wasiat Nabi bagi Para Penuntut Ilmu”. Beliau akan mengurai semua problematika manusia dalam bingkai ilmu yang tidak tepat dalam memahami dan menerapkannya. Dalam sorotan penulis, manusia telah terjebak oleh intelektualitasnya sendiri yang didorong hawa nafsu sehingga menciptakan manusia dan peradabannya yang tidak manusiawi dan jauh dari nilai-nilai ilahiyah sebagaimana yang diajarkan Rasulullah.

Buku ini merupakan buku kedua penulis yang diterbitkan RuangKata. Penulis akan mengurai seluk-beluk ilmu, seperti apa arti ilmu, keutamaan ilmu, tujuan menuntut ilmu, cara memperoleh ilmu, tingkatan ilmu, adab menuntut ilmu, kekeliruan mengenai ilmu, hubungan ilmu dan kehidupan, pengembangan ilmu Islami, memaknai ilmu menurut cara pandang Islam, teladan ulama dalam menuntut ilmu, dan lain sebagainya.

Buku ini sangat penting dibaca oleh para pelajar, guru, akademisi, orangtua, dan umat Islam pada umumnya untuk mendapatkan cara pandang yang lurus tentang ilmu. Pasalnya, dunia Islam sedang dibelokkan oleh peradaban barat sehingga cenderung hampir tersesat. Singkatnya, jika kita peduli terhadap nasib umat Islam, buku ini akan sangat membantu Anda untuk menemukan jalan ilmu yang benar menurut Islam tanpa membuang aspek kemajuan zaman di bidang ekonomi, sains, teknologi, dan lain-lain.

 

 

Hukum-hukum ini diperoleh melalui Al-Qur`an dan hadits. Kemudian diperoleh juga melalui bentuk fatwa shahabat, ijma’ ulama, dan ijtihad dalam masalah-masalah tertentu. Permasalahan fikih merupakan hal pokok yang mesti diketahui oleh setiap muslim setelah bersyahadat. Pasalnya, fikih ini yang akan mengatur ibadah seseorang sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Misalnya, mengatur tata cara bersuci, shalat, puasa, zakat, dan ibadah haji.

Setiap muslim wajib mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh fikih. Jika tidak, maka seseorang dapat dikatakan telah berbuat bid’ah karena telah melenceng dari ketentuan yang telah ditetapkan Allah dan Rasulullah saw. Misalnya, mengenai air yang boleh dipakai bersuci, niat, jumlah rakaat shalat wajib, waktu puasa Ramadhan, dan miqat ibadah haji. Ketentuannya sudah jelas diatur secara baku (mahdhah) di dalam fikih Islam. Tidak boleh ada seorang muslim pun yang dapat menambah dan mengurangi jumlahnya. Kecuali hanya dalam masalah-masalah cabang (furu’iyah) yang dibahas oleh para ulama karena sebab-sebab tertentu.

Selain berkenaan ibadah-ibadah yang sudah kita kenal, pada zaman modern ini juga muncul permasalahan-permasalahan baru yang belum banyak diketahui tentang aturan fikihnya. Misalnya, mengenai hukum korupsi, kontes kecantikan, wanita bekerja di luar rumah, menggunakan pil penunda haidh, dan wanita menjadi pemimpin. Aturannya sebenarnya sudah ada di dalam Islam, sekalipun permasalahannya belum muncul pada zaman Rasulullah. Kemudian, para ulama mengambil kesimpulan hukumnya melalui dalil-dalil yang sudah ada menurut mekanisme ijtihad.

Anda ingin tahu apa saja masalahanya dan bagaimana jawaban penjelasannya? H. Amirullah Syarbini, M.Ag. dan Dr. H. Hasbiyallah, M.Ag. menyusun buku “Anda Bertanya Ustadz Menjawab” yang akan membantu Anda dalam memberikan jawaban seputar permasalahan fikih dalam masalah ibadah dan muamalah sebagaimana yang dijelaskan di atas. Menariknya, penulis menyusunnya dalam konsep tanya-jawab menurut permasalahan yang sering dialami oleh masyarakat Islam zaman sekarang. Tentu saja, tidak menutup kemungkinan, Anda sendiri banyak mengalaminya namun tidak mengetahui aspek hukum dan penjelasan aturan fikihnya.

Buku ini disusun berdasarkan kondisi riil dari para jamaahnya yang kerap bertanya kepada penulis ketika ceramah atau mengisi kajian Islam. Masalah-masalah tersebut di antaranya meliputi masalah seputar bersuci (thaharah), shalat, puasa, zakat, sedekah, haji, umrah, qurban, aqiqah, khitan, warisan, doa, dan masalah-masalah kontemporer dan kewanitaan, seperti hukum pergaulan bebas, narkoba, kontes kecantikan, korupsi, meminum pil haidh, wanita bekerja, mengenakan hijab style, dan suara wanita.

Buku terbitan RuangKata ini, alhamdulillah mendapat sambutan positif dari para tokoh agama, karena asas manfaatnya yang besar bagi umat Islam. Berikut ini sebagian pendapat mereka.

“Buku ini insyaAllah dapat memberikan jawaban yang memuaskan, baik secara aqli maupun naqli, mengenai berbagai masalah keagamaan di Indonesia.”
Prof. Dr. H. Muhtar Solihin, M.Ag.
Purek II Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung)

“Masalah yang dihadapi umat Islam setiap hari terus bertambah, sedangkan buku yang memberikan solusi masih jarang ditemukan. Untuk itu, saya menyambut baik kehadiran buku ini sebagai upaya cerdas dalam memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang berkembang di masyarakat Indonesia.”
Prof. Dr. KH. Udi Mufrodi Al-Mawardi, Lc., M.A.
Dekan Fakultas Ushuludin dan Dakwah IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon.

“Buku yang merupakan kumpulan tanya jawab ini bisa dijadikan referensi oleh jutaan umat Islam di Indonesia mengenai berbagai persoalan fiqh dan keagamaan.”
Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, SH., MH.
Lektor Kepala Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

 

Dalam hadits riwayat Ibnu Majah dan Al-Baihaqi di atas, menunjukkan bahwa memberi pinjaman memiliki keutamaan lebih besar daripada bersedekah. Terdapat beberapa hadits lainnya yang hampir serupa menyebutkan memberi pinjaman lebih utama daripada bersedekah. Di dalam Al-Qur’an juga disebutkan bahwa memberi pinjaman dengan hati yang tulus untuk kemaslahatan si peminjam akan mendapatkan pembayaran atau pahala berlipat ganda (QS. Al-Baqarah: 245 dan QS. Al-Hadid: 11). Jika Anda bertanya, apa saja alasannya yang mudah dipahami?

Jika dikaji lebih dalam, ternyata efek sedekah dan pinjaman memiliki pengaruh yang berbeda tingkatannya. Dapat dikatakan bahwa efek sedekah tidak terasa dan kurang mendalam, baik di hati pemberi maupun penerima. Pasalnya, pemberian sedekah cenderung bersifat instan, ditandai dengan tidak adanya perjanjian antara si pemberi dan si penerima. Pemberian sedekah kurang kuat  dalam membangkitkan rasa tanggung jawab dan kemandirian si penerima. Sebaliknya, sistem pinjaman akan menciptakan konsekuensi moril untuk bersikap jujur, bersungguh-sungguh, bertanggung jawab, dan bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang maksimal demi melunasi hutangnya, bermental maju, dan lain sebagainya.

Sistem pinjaman juga akan tetap menjaga harga diri dan kemuliaan kedua belah pihak. Berbeda dengan sedekah yang dapat mendatangkan riya, sum’ah, dan takabur bagi si pemberi sedekah. Tanpa disadari, sedekah akan mengajarkan dan membentuk “mental pengemis”. Posisi penerima sedekah seolah selalu berada di bawah sehingga dapat menurunkan derajatnya. Sedangkan sistem pinjam meminjam lebih berorientasi pada kesamaan derajat, karena posisinya berada di bawah transaksi kesepakatan (akad). Penerima pinjaman akan berusaha menjaga komitmennya untuk mengembalikannya pada tempo tertentu sambil berusaha dan bekerja.

Dari penjelasan singkat di atas, sangat wajar jika mekanisme ekonomi zaman modern ini tumbuh dinamis dan terus meningkat berkat aktivitas sistem pinjam meminjam ini. Sistem ini berjalan secara berkesinambungan untuk jangka panjang. Si pemberi pinjaman akan mendapatkan kembali uangnya, si peminjam juga mendapatkan manfaat besar karena bisa memenuhi kebutuhannya, bahkan sekaligus dapat memutar roda ekonominya yang sempat terhambat karena kekurangan dana. Demikian seterusnya hingga menciptakan perputaran ekonomi yang saling menguntungkan.

Masih banyak lagi hal lainnya terkait dengan keutamaan sistem pinjaman ini. Misalnya mengenai bentuk pinjaman dengan transaksi tabarru’ dan tijarah. Masing-masing memiliki sifat dan keutamaan yang berbeda. Lebih luasnya lagi, H. Usin S. Artyasa akan menjelaskannya di dalam buku “Ternyata Balasan Memberi Pinjaman Lebih Besar daripada Sedekah”. Beliau akan mengupas panjang lebar mengenai keutamaan berikut perbandingan keistimewaan antara memberi pinjaman dan sedekah.

Buku terbitan RuangKata ini akan membuka pola pikir Anda tentang aktivitas saling tolong menolong melalui mekanisme sedekah dan pinjam meminjam yang dampaknya sangat besar bagi kehidupan seseorang. Anda juga akan menemukan kiat sedekah dan memberi pinjaman agar dibalas maksimal, kisah nyata penuh hikmah tentang keajaiban sedekah dan memberi pinjaman, wasiat nabi dan orang-orang shaleh tentang pinjaman, dan etika pinjam meminjam.

 

 

Apa pun jawaban Anda tidak ada salahnya, baik menjadi karyawan maupun berwirausaha. Keduanya sama-sama memiliki prospek kesuksesan finansial. Yang paling penting adalah Anda sudah memiliki konsekuensi pilihan yang tepat menurut tujuan Anda dan meyakini sepenuh hati bahwa pilihan tersebut tidak salah. Pasalnya, pekerjaan tidak hanya untuk mendapatkan penghasilan, tapi juga dibutuhkan keserasian agar Anda merasa nyaman dan puas. Ini merupakan salah satu kunci pembuka kesuksesan dalam pekerjaan Anda.

Do what you love and love what you do, the money will follow. “Kerjakan apa yang kamu sukai dan sukailah apa yang kamu kerjakan, uang akan mengikuti Anda”. Demikian kata salah satu ungkapan dalam dunia usaha. Ungkapan pertama akan menciptakan integritas tinggi dalam diri Anda sehingga mampu memberikan hasil yang maksimal, karena Anda tidak merasa terpaksa. Pada ungkapan kedua, Anda akan menjadi lebih antusias sehingga Anda pun dapat terus bersemangat sehingga memperoleh hasil pekerjaan yang maksimal pula. Dari sinilah, tangga-tangga kesuksesan Anda mulai tersusun sehingga Anda lebih mudah menaikinya satu per satu.

Kelebihan dan kekurangan yang perlu Anda ketahui. Jika menjadi karyawan, penghasilan Anda stabil, ada kepastian, dan ritme kerjanya rutin. Sedangkan berwirausaha, penghasilan Anda variatif, ketidakpastian lebih tinggi, dan ritme kerjanya bersifat tidak rutin. Namun, kebebasan Anda lebih tinggi dan ketergantungannya rendah dibandingkan menjadi karyawan. Menjadi karyawan, Anda tidak mudah secara langsung melejit menjadi orang besar, tapi minim risiko. Sedangkan dengan berwirausaha, Anda memiliki peluang lebih cepat untuk menjadi besar dan sukses, tapi lebih besar pula risikonya.

Nah lhoo… mau pilih mana? Jadi karyawan atau berwirausaha. Agar Anda tidak bertambah bingung dan mendapatkan paket jawaban dan solusinya, silakan Anda membuka buku “100% Anti Nganggur: Cara Cerdas Menjadi Karyawan atau Wirausahawan” terbitan RuangKata. Buku ini akan mengupas tuntas seputar pekerjaan yang sesuai untuk Anda sekaligus cara meraih kesuksesan di keduanya. Buku ini akan menghilangkan kebingungan dan kegalauan Anda dalam memperoleh pekerjaan sebagaimana banyak dialami oleh siswa atau mahasiswa yang baru lulus.

Buku ini disusun oleh Dony, S-wardhana, seorang trainer bisnis dan karier yang telah mendalami banyak ilmu dan pengalaman dalam dunia kerja. Ia menyusun buku ini secara praktis dan sistematis sehingga tidak hanya mudah dipahami, tapi juga dapat langsung diaplikasikan karena ia sengaja membuat sebuah pola-pola tertentu untuk membaca keinginan dan potensi Anda dalam pekerjaan tertentu. Di dalam buku ini, Anda akan menemukan mind set yang tepat dalam menunjang pekerjaan Anda, memperoleh penghasilan secara mengalir, menentukan pilihan yang tepat,  dan teknik cerdas meraih kesuksesan dalam pekerjaan Anda, baik sebagai karyawan maupun wirausahawan. Selain itu, Anda juga akan disuguhi kisah-kisah inspiratif para karyawan dan wirausahawan sukses.

Let’s choose and do it now!

 

 

Semakin banyak shalat seseorang, maka semakin tinggi pula derajatnya dan semakin banyak yang terhapus kesalahannya. Semakin tinggi derajat seorang mukmin maka semakin dicintai Allah dan makhluk-Nya. Kecintaan-Nya akan membuahkan hikmah yang sangat besar bagi hidup seseorang. Jika ia meminta kepada-Nya, Allah akan mengabulkannya sehingga kesuksesan akan mudah diraih dengan cepat. Di dalam satu hadits qudsi, Allah SWT berfirman:

“…Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunah sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, menjadi penglihatannya yang dengannya ia melihat, menjadi tangannya yang dengannya ia memukul, dan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan. Apabila ia meminta, pasti akan Aku berikan. Apabila ia meminta perlindungan, pasti Aku beri perlindungan….” (HR Bukhari).

Dari hadits di atas, jika kita sudah dapat meraih cinta Allah, hidup akan bahagia dengan kenikmatan yang mungkin saja tidak pernah terbayangkan oleh mereka yang awam dalam ibadah. Kenikmatan yang mampu dirasakan secara zhahir dan batin, meteril dan spiritual. Anda tidak perlu bersusah payah mengejar kesuksesan, karena kesuksesan akan menghampiri Anda dengan sendirinya. Pasalnya, karena Anda telah bersama Allah, sehingga apa yang diharapkan akan terwujud dengan cepat sesuai kehendak-Nya.

Bagaimana jika kita ingin mendapatkan jodoh terbaik, keturunan shaleh, rezeki berlimpah, karier cemerlang,  usaha berkembang, kesehatan lahir batin, cita-cita terwujud, dan mati dalam rahmat Allah? Hal ini pun dapat Anda raih dengan amalan shalat dan puasa sunah. Jika masih penasaran, silakan Anda membaca penjelasan lengkapnya di dalam buku “Ternyata Shalat & Puasa Sunah dapat Mempercepat Kesuksesan” terbitan RuangKata.

Buku ini ditulis oleh Ceceng Salamuddin, M.Ag untuk memotivasi Anda menjadi pengamal shalat dan puasa sunah. Buku ini tidak akan menggurui Anda, tetapi ia akan menjadi sahabat Anda ketika keresahan “menerkam” dan membantu mengantarkan ke gerbang kesuksesan dunia dan akhirat. Jika Anda ingin merasakan buktinya langsung, silakan segera ambil wudhu dan masuk ke masjid, lalu laksanakan shalat. Setelahnya, Anda akan merasakan sesuatu yang beda, yaitu berupa perubahan keajaiban pada diri Anda. Demikian sebagaimana yang dikatakan penulis. Itu baru amalan yang sekejap. Jika Anda melakukannya secara terus menerus, tentu keajaibannya pun akan lebih dahsyat lagi.

Apa saja isi buku ini? Penulis membagi pembahasannya ke dalam lima bab. Bab pertama, menjelaskan rahasia di balik ibadah sunah. Bab kedua, tentang kedahsyatan dan keutamaan shalat sunah. Bab ketiga, tata cara dan doa shalat sunah. Bab keempat, mengenai kedahsyatan dan keutamaan puasa sunah. Pada bab terakhir, tentang kisah-kisah kedahsyatan para pengamal sunah sebagai contoh yang dapat diambil hikmahnya. Selain itu, penulis juga melengkapinya dengan doa-doa ampuh meraih sukses dari Al-Qur`an dan hadits serta kalender puasa sunah 2013—2015.


 

“Karena ibadah-ibadah fardhu, shalat sunah, dan puasa sunah adalah resep terbaik untuk hidup sukses. Sebagian orang ragu tentang hal ini. Itu wajar karena hanya sebagian kecil umat yang telah merasakan keutamaannya. Buku ini diharapkan mampu menggerakkan umat Islam untuk menghidupkan kedua ibadah sunah tersebut.”
Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., (Intelektual muslim Jawa Barat)

 

Pengamalan kalimat basmalah sebagai bacaan dzikir, sebanyak dan sesering yang kita mampu, dapat membangkitkan kekuatan ruhani. Dari beberapa keterangan dan pengalaman, terdapat kekuatan internal dalam pengamalan basmalah dan pemaknaannya. Basmalah memberi keberkahan bagi setiap orang yang mengamalkannya sehingga ia mendapat banyak keutamaan dalam hidupnya. Di antaranya sebagai berikut.

Pertama, mendapatkan petunjuk, dicukupi kebutuhan, dan diberi penjagaan. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam sabda Rasulullah, “Barangsiapa yang ketika keluar dari rumahnya mengucapkan, bismillahi tawakaltu ‘alallah, la haula wa laa quwwata illa billah (dengan menyebut nama Allah aku bertawakal, tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah) maka engkau telah diberi petunjuk, telah pula dicukupi keperluanmu, jika telah diberi penjagaan, setan pun menyingkir darinya.” (HR Abu Dawud, Turmudzi, dan Nasa’i).

Kedua, meraih kehidupan yang baik (hayatan thoyyibah). Kehidupan yang baik diartikan sebagai kehidupan seseorang yang suasananya berbeda dari kehidupan orang kebanyakan. Kehidupan yang baik diindikasikan oleh perasaan lega, kerelaan, kesabaran dalam menerima berbagai ujian Allah, dan semangat bersyukur yang sangat kuat. Dengan kondisi seperti itu, orang yang ada di dalamnya tidak mengalami ketakutan yang mencekam, atas kesedihan yang melampaui batas. Dalam konteks modern, kehidupan yang baik sepadan dengan kehidupan yang berkualitas (quality of life), baik dalam hal ekonomi, kesehatan, hubungan sosial, partisipasi, pekerjaan, maupun pendidikan.

Ketiga, mendapatkan rezeki dari arah yang tidak terduga. Sebuah riwayat menyebutkan, pada zaman Nabi saw, ada dua orang bersaudara yang berbeda karakter dan profesi. Salah seorang dari keduanya itu memiliki bisnis dan sukses di bidangnya, sedangkan saudara lelaki si pebisnis rajin sekali mengikuti majlis taklim, ibadah, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Karena si pebisnis merasa dirinya sukses, ia seringkali meremehkan saudaranya yang ahli ibadah. Suatu ketika, orang yang memiliki bisnis itu mengadukan saudaranya tersebut kepada Nabi saw. Di hadapan beliau, ia banyak bercerita tentang saudaranya. Menanggapi cerita itu, Rasulullah saw bersabda, “Boleh jadi, kamu diberi rezeki oleh Allah dan berhasil karena saudaramu yang rajin mendoakanmu.” (HR Turmudzi)

Itulah sebagian keutamaan basmalah yang dijelaskan oleh H. Usin S. Artyasa di dalam bukunya, “Ingin Hidup Sukses dan Berkah? Awali dengan Basmalah!”. Penulis menguraikan makna, keutamaan, kedahsyatan, dan rahasia di balik basmalah sehingga dapat memengaruhi hidup Anda menjadi sukses dan berkah. Ia menjelaskannya dengan bahasa yang mudah dipahami melalui pendekatan tafsir sehingga kebenaran ilmiahnya dapat dipertanggungjawabkan.

Di dalam buku terbitan RuangKata ini, Anda dapat menemukan mulai dari misteri dan kedahsyatan dalam kalimat basmalah, janji-janji Allah dan Rasulullah bagi para pengamal basmalah, kisah nyata yang menakjubkan para pengamal basmalah, hingga aplikasi konsep basmalah dalam sehari-hari. Anda akan diajak menyelaminya dan kemudian agar mampu meresap ke dalam hati sehingga muncul kesadaran untuk melakukan perubahan diri, melalui konsep basmalah ini.

 

Bad karma: we can’t find that page!

You asked for {%sh404SEF_404_URL%}, but despite our computers looking very hard, we could not find it. What happened ?

  • the link you clicked to arrive here has a typo in it
  • or somehow we removed that page, or gave it another name
  • or, quite unlikely for sure, maybe you typed it yourself and there was a little mistake ?

{sh404sefSimilarUrlsCommentStart}It’s not the end of everything though : you may be interested in the following pages on our site:{sh404sefSimilarUrlsCommentEnd}

{sh404sefSimilarUrls}

 

Salah satunya ialah keutamaan bagi yang membacanya. Tidak ada nilai pahala yang paling tinggi dalam sebuah bacaan yang diberikan Allah sebanding dengan pahala membaca Al-Qur`an. Allah memberi pahala 10 kali lipat dari setiap huruf bacaan Al-Qur`an. Jika kita membacanya satu ayat saja, tentu pahalanya bisa mendapat beribu-ribu kebaikan. Bagaimana jika satu surat, satu juz, atau lebih? Subhanallah, sungguh Allah Maha Pemurah atas segala karunia-Nya.

Selain itu, Anda juga akan mendapatkan keutamaan lainnya yang sama dahsyatnya. Keutamaan ini benar-benar akan berpengaruh positif dalam hidup Anda. Paling sedikit, ada sembilan keutamaan yang diperoleh dari kebiasaan membaca Al-Qur`an, mulai dari mendapatkan ketenangan, kesehatan fisik, mencerdaskan otak, lancar rezeki, sembuh dari penyakit, kemudahan masuk surga, hingga mendapat syafa’at di alam kubur.

Al-Qur`an menjadi obat superdahsyat bagi penyakit lahir dan batin. Karenanya, bagi yang mengalami kegundahan hati, kegalauan, keputusasaan, kekecewaan, kesedihan, dan sejenisnya, hendaklah sering membaca Al-Qur`an. Keberkahannya, niscaya akan menenteramkan hati dan pikiran sehingga diperoleh kedamaian dan kebahagiaan hidup. Allah SWT berfirman,

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57).

Di dalam salah satu haditsnya, Rasulullah saw bersabda,

“Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah untuk membaca kitab Allah dan mempelajarinya, melainkan pasti turun kepada mereka ketenangan. Mereka diliputi oleh rahmat, dikerumuni para malaikat, sebagai orang-orang yang dekat di sisi-Nya.” (HR. Muslim).

Begitu pula dengan penyakit lahir yang diderita anggota tubuh, dapat sembuh atas mukjizat Al-Qur’an. Hal ini telah dialami banyak orang dan berbagai penyakit yang tersembuhkan, mulai dari zaman Rasulullah hingga sekarang. Bagaimana halnya dengan kemudahan jalan rezeki, kecerdasan otak, mencegah bencana, dan lain sebagainya, dapat terbukti dengan membaca Al-Qur`an?

Buku Kedahsyatan Membaca Al-Qur`an terbitan RuangKata ini akan menjelaskannya untuk Anda secara lengkap dan jelas. Buku ini tidak hanya menjelaskan tentang dahsyatnya keutamaan membaca Al-Qur`an, tapi juga mengupas keajaiban dan mukjizat Al-Qur’an. Buku ini ditulis oleh Amirulloh Syarbini & Sumantri Jamhari untuk menjelaskan keistimewaan Al-Qur`an sekaligus untuk memotivasi umat Islam agar membiasakan diri membaca Al-Qur`an demi mendapatkan mukjizatnya yang luar biasa dalam kehidupan nyata.

Di dalam buku ini dibuka dengan penjelasan keistimewaan Al-Qur`an, mulai dari pengertian, kemukjizatannya, kandungannya, hingga fungsi Al-Qur`an bagi manusia. Kemudian dalam bab selanjutnya, dibahas tentang kewajiban muslim terhadap Al-Qur`an, keutamaan membaca Al-Qur`an, 10 surat Al-Qur`an yang memiliki khasiat atau keutamaan superdahsyat, dan ditutup dengan kisah nyata orang-orang yang telah mendapatkan keajaiban dari membaca Al-Qur`an.

 

 

Dengan demikian, adik-adik siswa sekolah dasar kelas VI harus segera mempersiapkan diri sedini mungkin untuk menghadapi Ujian Nasional 2013 ini. Cara termudah dan praktisnya ialah dengan berlatih menyelesaikan soal-soal ujian yang pernah diujikan pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam setiap soal-soal tersebut, adik-adik dapat menemukan persamaan atau kemiripan soal-soal pada setiap tahun Ujian Nasional.

Hal ini sangat menguntungkan adik-adik, sebab dengan berlatih menjawab soal-soal tersebut berarti adik-adik secara otomatis telah mendapatkan bekal yang memadai ketika menghadapi UN. Bahkan, dalam suatu waktu, terdapat 90% lebih kesamaan soal-soal tersebut dengan tahun sebelumnya. Selain itu, cara ini juga akan menambah mental adik-adik sehingga tidak tegang ketika menghadapi ujian sebenarnya.

Persiapan latihan ini juga bukan sekadar untuk membekali kemampuan diri menjawab soal ujian. Adik-adik juga dituntut untuk menjawab soal-soal tersebut secara cepat sesuai waktu yang disediakan. Latihan ini sangat berguna untuk mengukur akurasi kecepatan dalam menjawab soal. Jangan sampai adik-adik kehabisan waktu sehingga tidak dapat menyelesaikan semua soal-soal yang diujikan, padahal adik-adik dapat menjawabnya dengan benar. Alih-alih mendapatkan nilai tinggi, yang ada malah bisa-bisa tidak lulus UN.

Nah, berkenaan dengan tujuan di atas, Ruang Kata menerbitkan buku Lulus UN SD 2013 dengan Nilai Tinggi untuk membantu adik-adik berlatih mengerjakan soal-soal ujian. Di dalam buku ini terdapat kumpulan soal sepuluh tahun periode ujian dari tahun 2004 dengan pembahasan secara detail serta tip & trik mengerjakan soal dengan cepat.

Selain itu, buku yang disusun oleh Istiqomah, S.Si, M.Si dan Syarifudin, S.T. ini dilengkapi pula dengan dua paket prediksi UN SD 2012/2013 yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), tes masuk SMP RSBI favorit, dan tabel matematika. Selamat berlatih dan belajar….!

 

 

Sebelum kamu mendapatkan cemoohan atau anggapan buruk karena tidak lulus Ujian Nasional, segeralah persiapkan diri untuk menghadapinya. Ujian Nasional ibarat sebuah perang yang harus dihadapi setiap siswa kelas 3 SMP. Peperangan ini tentu tidak akan dimenangi oleh orang yang tidak memiliki persenjataan lengkap dan kuat. Untuk membekali kemampuan menghadapinya, kamu harus rajin berlatih.

Salah satu latihan yang harus dijalani ialah berlatih mengerjakan soal-soal yang telah diujikan pada tahun-tahun sebelumnya. Latihan ini akan memberikan kecakapan dan kekuatan pikiranmu dalam menghadapi ujian sebenarnya. Keuntungan besarnya, banyak soal-soal yang keluar pada setiap tahun diambil atau sangat mirip dengan soal tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, dengan berlatih mengerjakan soal ini, Anda dapat dibilang sudah memiliki senjata yang memadai untuk menghadapi Ujian Nasional.

Bagaimana mendapatkan soal-soal tersebut? Tenang… Supadi, S.Si., M.Si, R. Maas Shobirin, S.Si., & B. Hendro Yulianto, S.Pd telah menyediakannya untuk membantumu dengan menyusun buku Lulus UN SMP 2013 dengan Nilai Tinggi. Buku ini berisi kumpulan soal UN selama sepuluh tahun, dari tahun 2004 hingga sekarang. Setiap soal diberikan jawaban dan pembahasan secara detail dan tip & trik mengerjakan soal dengan cepat.

Selain itu, di dalam buku terbitan Ruang Kata ini dilengkapi pula prediksi UN 2012/2013 yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Buku ini sangat bermanfaat, minimal sebagai media berlatih menjawab soal-soal Ujian Nasional (UN) SMP 2013. Melalui buku ini, diharapkan dapat membantu setiap siswa SMP untuk mendapatkan nilai tinggi pada Ujian Nasional (UN).